INDIE streaming

Sejarah Bekasi

Bekasi, (d'MonitorBekasi) - Nama Kota Bekasi tercatat pada Prasasti Tugu Tulis peninggalan Kerajaan Tarumanagara. Asal-usul namanya sendiri berasal dari bahasa Jawa Kuno, berasal nama Candrabhaga. Candra yang artinya Bulan atau Sasi, sedangkan bhaga berarti Bagian. Jadi Candrabhaga mempunyai makna bagian dari Bulan.

Kata Candrabhaga pun mengalami perubahan pelafalan, seperti Sasibhaga atau Bhagasasi, kemudian disingkat menjadi Bhagasi. Sementara adanya pengaruh dari bahasa Belanda, sering ditulis Bacassie.

Hal tersebut diperkuat, dengan pernah diketemukannya plang nama Bacassie di Stasiun Kereta Api Lemahabang. Seiring jalannya waktu, kata Bacassie pun kemudian berubah menjadi Bekasi, yang kita lafalkan dan kenal sampai sekarang.

Penggalian 2 Sungai
Pada masa pemerintahan Raja Purnawarman dari Kerajaan Tarumanagara, diperintahkan penggalian 2 sungai untuk kebutuhan irigasi. Tepatnya dilakukan pada tahun ke-22 masa pemerintahan Raja Purnawarman bulan phalguna dan caitra, bertepatan dengan bulan Februari dan April menurut perhitungan tahun Masehi. 

Acara selamatan dan syukuran pun digelar para brahmana disertai pemberian hadiah berupa 1.000 ekor sapi.

Dua Sungai tersebut yakni Sungai Candrabhaga (Kali Bekasi) dan Sungai Gomati. Candrabhaga dan Gomati sendiri adalah 2 sungai yang terkenal di Tanah Hindu, India. Penggalian 2 sungai ini mengindikasikan mulai dibukanya lahan pertanian yang subur di daerah Bekasi saat itu.

Selain itu, tujuan penggalian ke 2 sunga tersebut adalah untuk mengalirkan air sungai ke laut, setelah melewati istana kerajaannya. Adapun panjang galian 6.122 tumbak atau 11 kilometer. Diduga, saluran itu dibuat untuk mengatasi banjir yang selalu melanda daerah pertanian setiap kali hujan  lebat melanda tanah Jawa Barat di bulan Januari, dan Februari. 

Ternyata sejumlah kerajaan lain juga pernah menjadikan Bekasi sebagai wilayahnya, seperti; Padjajaran, Sumedanglarang (bagian dari Kerajaan Mataram), dan Jayakarta, juga dipercaya bahwa  kerajayaan Segara Pasir pernah memerintah Bekasi.

Sebenarnya, jika dilihat dari rentang waktu, Kerajaan Segara Pasir inilah yang justru pertama kali ada di Bekasi, bahkan jauh sebelum adanya Kerajaan Tarumanagara.

Berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 1950, Kabupaten Bekasi memiliki wilayah yang terdiri dari 4 kewedanaan, 13 kecamatan (termasuk Kecamatan Cibarusah), dan 95 desa. Angka-angka tersebut secara simbolis diungkapkan dalam lambang Kabupaten Bekasi dengan motto 'Swatantra Wibawa Mukti'. Seiring jalannya waktu, Kabupaten Bekasi dijadikan Kota Administratif Bekasi pada 1981 yang seluruhnya meliputi 4 kecamatan, 18 kelurahan, dan 8 desa. (ew) | Foto : Istimewa