INDIE streaming

Khotbah 20 Menit di Masjid Bekasi

Monitor Bekasi

Bekasi, (d'MonitorBekasi) - Baru-baru ini viral di media sosial, bahwa ada peraturan khotbah di Masjid Baabut Taubah, Bekasi. Dimana para penceramah diminta untuk tidak mendiskreditkan perbedaan paham hingga agama.

Memang ternyata peraturan khotbah tersebut ada, dan berbentuk plakat yang diletakan di mimbar, yang kemudian dipotret oleh salah seorang jemaah masjid, dan mengunggahnya di medsos, yang akhirnya menjadi viral.

Adapun peraturan tersebut, antara lain :

Kepada Yth:
Khatib/Penceramah
Di Masjid Baabut Taubah

Mohon agar tetap menjaga kehormatan dan keagungan Islam di dalam khutbah/ceramahnya dengan cara:

1. Tidak mendiskreditkan mereka yang berbeda faham
2. Tidak mendiskreditkan mereka yang berbeda agama
3. Tidak menjelek-jelekkan pemerintah, kecuali yang sifatnya mengkritisi
4. Tidak menyampaikan yang bersifat porno, lelucon, dan sebagainya

Waktu khutbah atau ceramah 20 menit

Terima kasih atas perhatiannya
Pengurus Masjid Baabut Taubah

Menurut salah seorang pengurus masjid, yang berlokasi di Komplek Perumahan Kemang Pratama I, Jalan Citra Niaga Raya, Bojong Rawalumbu, Bekasi, bahwa aturan tersebut sudah ada sejak tahun 2000.

Alasannya dibuatnya aturan tersebut, agar khotbah dan ceramah terjadwal, dan tidak berisi hal-hal yang menjelek-jelekkan agama lain, sehingga tetap dapat berjalan bersama sesuai Bhinneka Tunggal Ika, sehingga tidak sembarangan ustaz bisa langsung ceramah di masjid ini.

Khotbah 20 menit memang durasi yang ideal, sudah lebih dari cukup, sementara apabila terlalu lama, jemaah bisa saja menjadi jenuh. Ini pun sudah sesuai dengan khutbah Jumat yang sunahnya harus cukup sebentar, tetapi salatnya agak dipanjangkan.

Di sisi lain, kebanyakan makmumnya di sini adalah orang-orang pekerja. Jadi perlu juga mempertimbankan waktu, sehingga tidak mengambil waktu makan pekerja tersebut. Selain itu, jika kelamaan, takutnya tidak konsen pada materi khotbahnya. (EW) | Foto : Istw